Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2009

Belanda (Negara Kincir Angin)

Tiba-tiba saya kepengen bahas mengenai Belanda, negara yang sudah pernah menjajah Indonesia. Belanda adalah negara di Eropa bagian barat laut. Di sebelah timur negara ini berbatasan dengan Jerman, di sebelah selatan dengan Belgia dan di sebelah barat dengan Laut Utara.
Belanda merupakan negara Liberal, negara Belanda memiliki ibu kota yaitu Amsterdam. dan di jantung kotanya ada Den Haag merupakan tempat kediaman ratu belanda dan juga merupakan pusat administrasi.
yang menjadi ratu di Belanda adalah Queen Beatrix dan yang menjadi perdana mentrinya adalah Jan Peter Berkenende. Belanda memiliki 4 iklim yaitu musim berangin di bulan Februari, musim berawan (cerah) di bulan maret, musim semi di bulan April, dan musim gugur di bulan Oktober. kincir angin merupakan salah satu peninggalan budaya Belanda dan masih dapat di jumpai sampai sekarang, dan kincir angin juga dapat menjadi pembangkit listrik di Belanda, dan kincir angin merupakan sebutan negara Belanda juga. negara Belanda ini juga merupakan negara penghasil keju terbesar.

Rabu, 11 Februari 2009

GLOBALISASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI


Kata globalisasi saat ini telah menjadi suatu kata yang sulit dihilangkan dari pemikiran kita sebagai sosok yang melewati dunia global dan juga sosok yang termasuk dalam berdiskusi tentang pembangunan.
Globalisasi diambil dari kata “global” yang artinya “universal. Globalisasi adalah suatu proses perdagangan bebas dimana proses tersebut sangat terkait antara negara yang satu ke negara lainnya, dimana negara tersebut bersaing secara global baik di bidang ekonomi, agama, budaya, pendidikan termasuk di bidang teknologi.

Menurut OECD (Organization For Economic Cooperation and Development), kata ini untuk pertama kali digunakan oleh Theodore Levitt pada tahun 1985, untuk menunjukkan semua perubahan yang terjadi selama 2 dekade terakhir dalam perekonomian internasional, yaitu dalam produksi, konsumsi, dan investasi barang, jasa, modal dan teknologi.
Karakteristik yang ada pada pasar global ini adalah kehadiran akan ke-universilitasnya. Dengan kata lain, terdapat satu pasar dan satu dunia untuk produk yang mulai dari kendaraan hingga barang elektronik, konsumsi sampai ke minuman karbonat. Perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam kompetisi dunia untuk melayani konsumen secara global. Biarpun begitu. Perusahaan harus waspada bahwa setiap negara masih memiliki kekhasan kultur masing-masing.
Perkembangan teknologi informasi dan jaringan telekomunikasi yang sangat cepat dengan kapasitas besar memungkinkan manusia berkomunikasi dari mana saja di berbagai belahan dunia. Awalnya hanya bisa berkomunikasi dengan suara saja (telpon), sekarang telah mencakup multimedia: data, suara, gambar (citra), dan video secara cepat dan seketika (on-line). Internet, wireless (nirkabel) serta mobile device seperti hand phone dan Personnel Digital Assitance (PDA) memungkinkan manusia dapat berkomunikasi kapan saja, dimana saja, seketika dan dengan cara yang mudah dan murah.
Perkembangan teknologi informasi yang berwujud internet, telah mengubah pola interaksi masyarkat, seperti interaksi bisnis, sosial, dan budaya. Teknologi ini (internet) memberikan informasi yang dapat diakses oleh semua orang dalam bentuk jaringa komputer. Internet telah memberikan pengaruh yang besar bagi masyarakat, perusahaan/ industri maupun pemerintah di setiap negara termasuk Indonesia. Jhon Chamber, President dan CEO terkemuka di Amerika bahkan menyebut bahwa saat ini revolusi internet memiliki dampak cukup besar bahkan mungkin lebih besar dari revolusi industri yang pernah terjadi .

Sabtu, 07 Februari 2009

PosiTioNIng PadA perPUstaKaaN


Positioning merupakan salah satu strategi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan modern saat ini. Perpustakaan yang awalnya mempunyai konsep sebagai institusi nirlaba mulai mengadopsi strategi ini untuk berkembang menjadi perpustakaan modern yang inovatif dan berusaha kreatif menjual produk jasanya. Positioning sendiri tidak terlepas dari hal-hal yang bersifat regulasi, Membangun citra atau brand image pasar dan melakukan repositioning dan strategi diferensiasi jika dikemudain hari produk mereka masuk ke dalam hukum “product Life Cycle”

Positioning didefinisikan sebagai te strategy to lead your customer credible, yaitu upaya mengarahkan pelanggan anda secara kredibel atau dengan kata lain upaya untuk membangun dan mendapatkan kepercayaan pelanggan. Semakin kredibel anda di mata pelanggan, semakin kukuh pula positioning anda.

Motto dapat dijadikan sebagai alat atau senjata untuk mengarahkan masyarakat agar mengetahui Positioning sebuah perusahaan dalam menjual produk barang atau jasanya. Sebagai contoh Coca Cola yang memposisikan dirinya sebagai “ The BRAND IMAGE DALAM PEMASARAN LAYANAN PERPUSTAKAAN Menentukan “ Brand Image” yang akan dijual oleh perpustakaan sangatlah penting. Beberapa marketer dalam dunia marketing membedakan aspek psikologi merk dengan aspek pengalaman. Aspek pengalaman merupakan gabungan seluruh point pengalaman berinteraksi dengan merk, atau sering disebut brand experience.Real Thing” alias Cola yang Orisinil dan Klasik.

Agar positioning tetap kuat maka perpustakaan yang diibaratkan sebagai perusahaan jasa yang menyediakan informasi harus tetap inovatif dan kreatif dalam membangun brand image kepada pengguna perpustakaan. Positioning akan berubah jika nantinya ada kompetitor yang lebih baik dalam menawarkan jasa dan berhasil membangun brand image yang ditawarkan.

Dalam menentukan positioning, sebuah perusahaan tidak terlepas dari hal-hal yang menguntungkan maupun merugikan bagi dirinya. Regulasi adalah salah satu penyebabnya. Ketika zaman orde baru sebelum diberlakukannya UU anti Monopoli maka posisi perusahaan sekelas Telkom dan Pertamina sangant kuat. Tanpa harus bermarketingpun mereka akan tetap dapat memeras pundi-pundi emas. Sebaliknya ketika diberlakukan UU anti monopoli maka perusahaan-perusahaan tersebut segera melakukan repositioning dan differensiasi.

Rabu, 04 Februari 2009

INTERNET MARKETING

Menurut Lennart Svanberg, Presiden dari World Association of Internet Marketers, semakin banyak perusahaan akan ‘go internet’, maka perusahaan tersebut tidak akan hilang (walaupun ini bukan jaminan suatu perusahaan untuk tidak mengetahui kekuatan dari strategi pemasaran di dunia online).
Internet marketing/pemasaran online dilakukan melalui system computer online interaktif, dimana melalui system ini menghubungkan pembeli dan penjual secara elektronik. Hampir semua perusahaan menggunakan system ini untuk menjalankan bisnisnya dengan menjual produknya baik itu berupa barang atau jasa. Melalui internet, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada menggunakan strategi konvensional (tanpa internet).
Internet marketing mempunyai 2(dua) jenis saluran :

a. Layanan online komersial, dimana internet layanan tersebut memberikan informasi dan memberikan layanan pemasaran online kepada pelanggan/konsumen, dimana pelanggan akan membayar biaya bulanan yang dikenakan selam melakukan transaksi melalui via internet.
b. Melalui Internet, web global dimana jaringan computer yang sangat luas dan berkembang pesat dimana tidak mempunyai manajemen dan kepemilikan sentral.
Salah satu cara diamana suatu perusahaan dapat sukses di dunia pemasaran online adalah dengan membangun situs-situs berbasis aplikasi dan komunitas. Tujuan dari adanya situs ini ; dengan adanya segala informasi yang ada didalamnya adalah untuk memberikan gambaran kepada pelanggan. Perusahaan haruslah mempunyai situs bila terjun di dunia bisnis melalui via internet, dimana situs tersebut harus benar-benar berisi halaman yang berkualitas dan menjadi kebutuhan para pembisnis online meskipun ada tujuan lain yaitu hanya mengharapkan income dari PPC yang selalu melakukan duplikasi content.
Peluang di pemasaran online adalah menjadi model bisnis yang penuh dan lengkap dengan beberapa perusahaan. Dan yang menjadi tantangan di pemasaran online antara lain adalah :
• Keterpaparan dan pembelian konsumen yang terbatas,
• Demografis dan psikografis pengusaha menjadi menyimpang,
• Kekacauan dan kesemrawutan,
• Keamanan dan kepedulian etis. (reffrensi Philips Kotler dan Amstrong, Dasar-dasar Pemasaran, jilid 2)